kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
News

HLPEP: Workshop Resiliensi Masyarakat Sipil Antar Iman di Indonesia

HLPEP: Workshop Resiliensi Masyarakat Sipil Antar Iman di Indonesia

Dalam rangka menyuarakan aspirasi kemanusiaan interfaith dalam forum HLPEP ke-4 agar makin didengar dan diperhitungkan. YAKKUM, HFI, KARINA, INFID, ACT Alliance, menyelenggarakan diskusi bersama dengan tema “Resiliensi Masyarakat Sipil Antar Iman di Indonesia: Model dan Strategi untuk Diusulkan dalam Kerangka Pembangunan Paska 2015". Acara berlangsung pada 25 Maret 2013 bertempat di Hotel Goodway, Bali.

Sebagai moderator dalam kegiatan ini Sigit Wijayanta dari YAKKUM dan dihadiri oleh lebih dari 40 peserta dari berbagai CSOs. Dalam event ini, tampil beberapa perwakilan dari masyarakat secara langsung untuk menjadi pembicara, sekaligus menyampaikan testimoni atas apa yang mereka sedang kerjakan dan sedang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Para pemberi testimony tersebut adalah Sudiyanto, Kepala Dusun Gempol, Magelang, Nur Cholis Korban Syiah Sampang, Allisa dari Gusdurian, Komunitas Sunda Wiwitan, Ronin Lim, bidan peraih CNN Heroes, Witardi dari pengelola air untuk komunitas, Rubikem dari korban gempa Bantul, Heni Setyowati, ketua organisasi rakyat manunggal roso, Gunungkidul, Yogyakarta, Sutami dan Sri Yahmini, kader kesehatan dari Grobogan, Jawa Tengah, Sri Nyamini, kader kesehatan desa, Ni Nengah Widiasih, penderita polio dan atlet angkat berat profesional sejak umur 14 tahun.

Selain itu ada beberapa penanggap yang merupakan perwakilan dari berbagai agama, Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik. Ke semua penanggap menyampaikan tentang tanggapan mereka akan pentingnya nilai-nilai pembangunan tidak bersifat materialistik tapi juga spiritualis. Hal ini dengan melihat kenyataan bahwa selama ini materi program pembangunan termasuk dalam post MDGs 2015 sekarang masih mengedepankan unsur-unsur materialistik dan masih sedikit sekali yang mengedepankan hal-hal yang bersifat non-material.

Di sesi akhir dari kegiatan ini, para peserta membubuhkan tanda tangan pada lembaran kain putih yang sudah dipersiapkan oleh panitia sebagai tanda dukungan bagi upaya interfaith untuk perdamaian dan resilensi.

Tag:

Related Images

  • HLPEP: Workshop Resiliensi Masyarakat Sipil Antar Iman di Indonesia

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.