kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
News

Percepat Relokasi bagi Penyintas Erupsi Sinabung!

Percepat Relokasi bagi Penyintas Erupsi Sinabung!

“Pemerintah perlu mempercepat proses relokasi agar masyarakat terdampak Erupsi Gunung Sinabung dapat segera menata kembali kehidupan mereka secara mandiri!” tegas Arifin Purwakananta, Ketua Dewan Pengurus Humanitarian Forum Indonesia (HFI). 

Pernyataan ini menanggapi rencana ‘blusukan’ Presiden Joko Widodo yang akan meninjau perkembangan penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Menurut Arifin, masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung telah mengungsi selama hampir satu tahun dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama berada dalam kondisi darurat dan penuh dengan ketidakpastian. Pemerintah Pusat dituntut berani mengambil terobosan kebijakan dengan menyegerakan penyusunan rencana aksi pemulihan karena jenis ancaman erupsi  di Sinabung sulit untuk  bisa diprediksi kapan akan berhenti. 

“Relokasi harus dilakukan sebab setidaknya tiga sampai lima desa yang berada di kawasan rawan bahaya sudah harus dikosongkan dari penduduk,” lanjut Arifin. 

Sembari mempersiapkan upaya relokasi, pemerintah didorong untuk menempuh strategi penyediaan hunian sementara. Pasalnya, skenario pemberian jatah hidup berupa uang sewa rumah dan lahan yang selama ini ditempuh dirasa kurang efektif. Selain uang yang disediakan terlampau kecil, rumah dan lahan yang bisa disewa pun tidak banyak tersedia. Tidak hanya itu, skenario ini rawan akan terjadinya penyelewengan. 

Upaya-upaya rekonstruksi komprehensif dalam relokasi haruslah diupayakan, agar masyarakat bukan saja mendapat pergantian tempat tinggal, namun juga sarana penghidupan dan konteks pembangunan manusia yang berwawasan kebudayaan masyarakat setempat dengan penyediaan fasos, fasum dan berbagai  aspek social budaya yang sudah ada.  

Selain melakukan relokasi, pemerintah pun dituntut untuk mampu memberikan dukungan untuk penguatan ketangguhan ekonomi, khususnya bagi warga terdampak yang berdomisili dan berladang di luar kawasan rawan bahaya. Pertanian adalah sektor penting yang menjadi urat-nadi masyarakat Karo. Peningkatan ketangguhan ekonomi dengan membangun sistem pertanian akan memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap laju proses pemulihan dampak erupsi Sinabung. Penguatan pada sector usaha kecil dan menengah seharusnya juga menjadi prioritas dalam pmulihan ekonomi dan penghidupan masyarakat. 

Seluruh upaya tersebut sudah pasti butuh tenaga dan sumberdaya yang tidak sedikit. Namun, menurut Arifin, pemerintah tidak perlu khawatir. Berbagai komponen masyarakat, mulai dari sektor swasta, akademisi, maupun masyarakat sipil praktisi kebencanaan, sudah pasti akan membantu.  Selain Undang-undang telah mengamanatkan hal ini, keterlibatan  semua komponen masyarakat telah menyatu untuk melihat Indonesia sebagai kebersamaan.Kehadiran Presiden Jokowi harus membangkitkan spirit kehidupan  masyarakat sehingga mereka bisa bangkit dalam situasi hidup bersama bencana.

Prinsipnya, Bencana adalah urusan semua orang! Derita Sinabung, derita kita semua," pungkas Arifin. ***


Sekilas Informasi: Erupsi Gunung Sinabung

Setelah selama 400 tahun tidak pernah tercatat mengalami erupsi, pada 27 Agustus 2010 Gunung Sinabung mengeluarkan asap dan abu vulkanis dan disusul dengan keluarnya lava pada dua hari kemudian. Erupsi pada tahun 2010 berlangsung hingga 7 September 2010. Setelah jeda selama hampir tiga tahun, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada 18 September 2013 dan terus berlangsung hingga sekarang.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat 3.284 jiwa atau 1.018 keluarga yang masih mengungsi dan tersebar di 12 titik pengungsian. Pemerintah memutuskan, warga dari tiga desa yakni Simacem, Bekerah, dan Sukameriah, termasuk Kutatonggal, Gamber, Berastepu dan Gurukinayan, harus direlokasi, karena lokasi desanya berada dalam radius bahaya. Pemerintah, melalui BNPB telah mengalokasikan dana sebesar Rp 10,3 milyar untuk menyewa lahan, sewa rumah, dan jaminan hidup bagi pengungsi.

Hingga saat ini, Gunung Sinabung masih berada pada status siaga. Belum ada tanda-tanda akan adanya penurunan status. Belum ada yang tahu sampai kapan erupsi Gunung Sinabung akan berakhir. Bahkan Badan Geologi pun juga tidak bisa memprediksikan kapan Sinabung akan berhenti hingga kembali normal. Semua parameter kegunungapian masih menunjukkan aktivitas yang tinggi. Artinya erupsi dan luncuran masih berpotensi terjadi. Pola luncuran awan sudah diketahui sesuai bukaan kawah yaitu ke tenggara-selatan hingga radius 5 km. Sedangkan lainnya radius 3 km yang masyarakat harus mengungsi.

Berdasarkan observasi yang dilakukan organisasi-organisasi kemanusiaan yang bernaung di dalam Humanitarian Forum Indonesia, situasi di pengungsian yang terlalu lama telah membawa dampak sosial yang tidak sedikit bagi masyarakat terdampak. Selain aktivitas sosial-ekonomi yang terganggu, masa depan sebagian anak-anak baik yang berada di pendidikan dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi, telah terancam. Sebagian sudah tidak lagi mampu meneruskan pendidikan akibat terganggunya perekonomian keluarga.

Selama ini, masyarakat secara alamiah dan spontan telah berupaya beradaptasi dengan situasi dengan mencoba memulihkan kembali kehidupan sosial ekonominya. Namun, kapasitas adaptasinya cukup lemah karena sebelumnya masyarakat tidak memiliki dasar pengalaman berada dalam situasi bencana erupsi. Seperti diketahui, tidak ada catatan mengenai erupsi Gunung Sinabung sejak 1600-an hingga akhirnya meletus Agustus 2010.

Humanitarian Forum Indonesia (HFI) adalah perkumpulan dari 12 lembaga-lembaga lintas iman yang bekerja dalam advokasi dan koordinasi aksi-aksi kemanusiaan di Indonesia. Lembaga-lembaga kemanusiaan yang menjadi anggota HFI adalah Dompet Dhuafa, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), PKPU, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI), Habitat for Humanity, Wahana Visi Indonesia (WVI), Church World Service (CWS) Indonesia, YAKKUM Emergency Unit (YEU), KARINA – Caritas Indonesia, Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, Rebana Indonesia, dan Unit PRB Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.

Gambar diambil dari situs polmed.ac.id

Tag:

Related Images

  • Percepat Relokasi bagi Penyintas Erupsi Sinabung!

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.